Setelah melewati begitu banyak kekosongan, uang yang kurang memadai buat ngeblog dan wangsit yang selama ini aku tunggu nggak datang – datang serta banyaknya pengunjung yang ngasih saran untuk buat postingan baru. Akhirnya…
Kalau kita mendengar sebuah pertanyaan, benda apakah yang paling tajam di dunia ini..?, kebanyakan orang pasti menjawab sebilah pedang atau kapak yang sudah diasah, dan sedemikian rupa…??? Namun hal tersebut bukanlah benda yang paling tajam di dunia ini, jawabnya adalah Lidah. Maksudnya..???
Tahukah kenapa lidah merupakan benda yang lebih tajam daipada pedang atau pisau sekalipun?, itu disebabkan adanya penyalahgunaan lidah untuk kepentingan yang buruk ( maksudnya menghina, memaki atau memarahi seseorang) sehingga bisa menyayat hati orang yang mendengarnya.
Banyak kita jumpai di dalam kehidupan kita sehari – hari perkataan yang kita dengar baik dari teman, saudara, guru, dan orang tua yang pastilah pernah menyayat atau melukai perasaan kita. Dan begitu susahnya menghilangkan rasa sakit di hati kita meskipun kita berusaha untuk melupakannya. Apalagi kita bertemu dengan orang yang pernah menyakiti perasaan kita, meskipun telah lama kejadian dimana kita disakiti oleh kata – kata pedas atau kotornya, pastilah kita langsung teringat akan rasa sakit di hati dan seluruh kata – kata yang pernah ia lontarkan kepada kita. Itu adalah fakta.. ( waduh..!! gawat banget ya..??)
Kitapun juga begitu, tanpa kita sadari, baik pada saat kita bercanda maupun dalam situasi serius, pastilah kita pernah menyakiti perasaan seseorang yang mendengarkan kata – kata kita. Meskipun maksud hati kita bercanda, tetapi tanpa sadar kita mengolok – olok, mengejek atau menghina teman kita, entah karena bercanda kita yang keterlaluan, waktu dimana kita bercanda kurang tepat (masa’ kita bercanda pada saat teman kita mengalami musibah atau dalam keadaan dia berpikir atau bekerja secara serius..?? Apa tidak marah teman kita..??? Ya kan..!!!), atau kita sedang tidak memperhatikan suasana hati teman yang kita ajak bercanda.
Bercanda atau bergurau kita dengan teman kan ada batasannya, janganlah bergurau terlalu berlebih, apalagi sampai membuat orang yang sedang kita ajak bicara atau oarng yang sedang kita ajak bercanda sampai marah. Itu namanya bercanda yang melampaui batas.
Memang bergurau memiliki kelebihan atau sisi baik yang lebih, misalnya saja untuk memecahkan kebekuan suasana dalam suatu situasi yang memungkinkan untuk bergurau. Misalnya saja forum diskusi yang kurang seberapa formal. Kalau kita terlalu serius, kesannya kita kaku dan kurang semangat. (ya kan..??)
Namun ada juga sisi buruk dari bergurau yang melebihi batas, bahasa Maduranya melebihi “Limit”-nya. Bukannya menghibur orang agar tertawa, melainkan mematahkan hati seseorang… he.. he.. he.., bukannya mematahkan seperti orang yang mematahkan sebuah kayu, tapi menyakiti perasaan orang lain ( begitu..??? ). Dapat juga lho mengurangi wibawa kita atau image kita ( pandangan seseorang terhadap kita) karena orang menilai bahwa orang yang bercanda dalam kadar yang berlebih adalah orang yang memiliki karakter yang …………….. (bisa dibilang kurang tegas, kurang serius dalam berbagai hal, dalam menjalankan sesuatu pastinya tidak dengan serius, dan masoh banyak lagi). Serta tak lain dan tak bukan adalah menimbulkan rasa marah dan dengaki seseorang terhadap orang yang sering bergurau berlebihan.
Oleh karena itulah, kita sebagai generasi muda yang masoh awam dengan hal tersebut sebaiknya memperbaiki dan berintrospeksi akan tingkah laku kita selama ini. Apakah ada giraian kita yang pernah menyinggung teman kita atau orang terdekat kita…?? dan bersegeralah minta maaf.
Dan berikut saya akan memberikan tips – tips yang sekiranya bisa membantu kita agar pada saat kita bercanda tidak menyebabkan teman kita tersinggung atau melukai perasaan lawan bicara kita. serta membatasi kadar bercanda kita dan mengurangi timbulnya dosa ( he.. he.. he.. ) :
- Tidak menjadikan sendi-sendi Agama sebagai bahan gurauan.
- Jangan menjadikan kebohongan dan mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan orang lain tertawa, seperti April Mop di masa sekarang ini. ( tahu kan..??)
- Jangan mengandung penghinaan, meremehkan dan merendahkann orang lain atau lawan bicara kita, kecuali yang bersangkutan mengizinkannya.
- Tidak boleh menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang lain.
- Jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang seharusnya menangis. Kan tiap-tiap sesuatu ada tempatnya, tiap-tiap kondisi ada (cara dan macam) perkataannya sendiri.
- Hendaklah gurauan itu dalam batas-batas yang diterima akal, sederhana dan seimbang, dapat diterima oleh akal pikiran yang sehat, akal yang lurus dan cocok dengan tata kehidupan masyarakat yang positif dan kreatif.
- “Berilah humor dalam perkataan sengan ukuran seperti anda memberi garam dalam makanan.”

ancrittt…pi
langsung posting…
tapi
ya…sih kadang kadang bercanda tuh suka berlebihan…
g malah menghibur
malah menyinggung perasaan
*bercermin*
syukron bang napi atas tulisan ini. keep writing!
artikel yg bagus.. ^_^
ya pinter2nya aja liyat yg diajakin becanda dan situasinya, juga bukan hal hal prinsip yg dijadiin bahan becandaan
*tertanda
nyang suka becanda xixixix
Bnr bnget itu br0….bercnda ad btasnya….
Tp kdang2 bnyk org bercanda sampai berlebihan, shngga mmbuat si pendengar ato lwn bicara merasa tersinggung, menyakit’kn prsn’y…dll
mka untuk it, agr qt sebsa mngkin mnjga prsn tman n bercnda se’adanya sja, tnpa teman n org lain qta G bsa hdup….heee
Posting’y keren abiezZ br0……
hoho .
posting baru euy . .
stuju !! emang kurang bagus juga kalo bercanda sampe diluar batas .
tapi kadang”, gw suka juga bercanda sambil ejek”an yang nyeleneh. Untungnya tu orang sama” suka nyeleneh. Jadi ga bikin gw ato dia jadi marah.. Ya tapi tetep, ada batasnya juga
Sebaiknya kalo mau bercanda kaya gitu, harus sama orang yang totally humorist. Kalo orangnya sempit kening susah juga diajak bercanda. .
heu .
waspadalah ! waspadalah !
haha. .
lidahku ..
sering menyaktiti temn2ku
soalnya aku,
terbiasa ceplas ceplos
saia menganut paham ‘katakanlah sejujurnya, meskipun itu menyaktkan’ jadi kalo temen aku jelek aku bilang jelek.. gitu
salahkah aku bang?
bercanda ada tempatnya sendiri.. tapi saat serius ya jangan becanda…
Link blog Qu dunk…
postingnya bagus nich, klo dipikir2 banyak juga kesalahan2 dalam perkataan/perbuatan yang kita lakukan tanpa sengaja…
bercanda emang bagus untuk menambah tali persahabatan… tapi gag bagus kalo terlalu sering…
hhe…
Subhanallah, you are so great, man!!!
Yang lebih tua harus lebih belajar dari seorang muda seperti hakim ini….
iyah memang kita harus menjaga lidah kita, karena ngomong sedikit aja bisa jadi bagi orang lain berbeda makna…
semoga kita selalu menjaga lidah ini dalam bertutur
yang terpenting saling memahami perasaan lawan bicara..
setiap orang itu beda2 sifatnya….pilih2 dan sesuaiin aja sama masing2 karakter…….
Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
http://gaya-hidup.infogue.com/hati_hati_dengan_canda_anda_
hadu… sudah terlalu banak dosa saya.. T.T
Wah tiu tips yang bermanfaat bagi saya yang termasuk tipe orang yang suka ngecepret !!!
Lidah gw tumpul. Kalo mau ngasah lidah di mana ya?
becanda juga penting sih, ngilangin stress, tapi ada batasnya juga…. semangat pi, nih blognya rame banget, kalah aku….
setuju sekali. . . sekarang becanda sesuai kebutuhan ah. . . masalahnya tiap hari butuh nih *loh*
susah juga ya kalau maksudnya becanda tapi salah diterima
wah, makasih mas udah ngingetin sayah…
salam kenal juga…sering2 mampir ya
Salam fi’ pekabar ?
Emm entri yang menarik…Ya..kita harus menjaga lidah pabila bercakap. Dilarang keji mengeji, maki hamun dan sebagainya yang menyebabkan perasaan orang
lain tersinggung…Awasilah lidah anda !! he he he..
merasa tersindir neh Q…
hiks….
terlalu banyak dosa…
salam
waduh artikel yang sangat menarik
terima kasih udah menggugah hati saya
semoga selalu semangat dan semangat
Hm,,
kadang kita harus “memikirkan” perasaan orang yang kita “candai”…
jangan bercanda dengan bahan canda yang sama terus menerus kepada orang sama…
Lama-lama bisa bete orang tsb..
stuju banget..
Lidah bisa jadi boomerang ndiri bagii diri kita..
nice post!
bercanda di pake obat aja… waktu lagi tegang, baru keluarin candaannya… sekalian aja yang jayus…hehe….biar tambah canggung
Pak hakim dan pak jaksa..
Kapan saya dikasih uang..
(saia menyanyi dangdut lho, gak bercanda)
pie’,bagus bener nih artikel……????
Ajari aq yach…..^_^
supaya klw bercanda gag nyakitin hati orang lain????
sing penting ngerti lawan bicarae!!
Bagus bgt ni artikelx Fi’..
Ajarin q dunks..
pik
emang sih lidah salah berucap,
dapat inspirasi dari mana nih???
memang sih ada aja yang menyinggung tapi usahakan lebarkan senyum terus tutupi kemarahan lebih baik kan
Kalau ada pertanyaan, apa yang paling panjang di dunia? Jawabannya juga “Lidah”. Omongan yang ada di kutup utara bisa sampai di kutup selatan karena lidah.
iya juga sih…….
klo ga nafsu ngeblog lg gmn fi’? kyk ak gni
bener….becandanya sedikit di”lembut”kan, jangan terlalu “tajam” iya kalo tmn yang dibecandain nrima, kalo gak, susah lo, sering tuh gara2 becanda yang kelewatan jadi berantem, yang penting mikir dulu sebelum ngomong…
Good Post!!!
Betul juga. Kadang-kadang kita ga sadar canda kita membuat orang lain “tertusuk” hati. Salam kenal
Bener juga ya! Jadi aku minta maaf yah klo bercandaku kelewat batas.
bener juga, canda bisa salah tafsir dan bisa menjadi petaka
I agree with you boys….
Dari pada ngomongnya asal dan keceplosan mending,diam..
DIAM ADALAH EMAS
SILENT IS GOLD
tp jgn diam mlulu……..
siiipppp…………..
ben aku sadar
Bener juga ya. karena gak semua orang itu kan sama. gak semua orang bisa nerima candaan dengan lucu..!!ya kan..hehehehe.
salam kenal..