It's me and my blog

Blogging, Education, Advertisement, Inspiration, and Many more

Perbedaan Penyambutan HUT RI dengan Ramadhan..

11 Comments

Alhamdulillah…

Akhirnya saya bisa mengeluarkan beban yang ada di pikran saya selama ini dengan menulis postingan kali ini…

Sejak awal hingga pertengahan Agustus kemarin, seluruh warga Indonesia berbenah diri. Disekitar kita kan banyak sekali rapat** digelar, baik rapat RT maupun RW. Mereka akan menyambut datangnya hari dimana suka cita akan tertumpah. Bukan bulan suci Ramadhan yang mereka persiapkan… Bukan..!!!, melainkan menyambut hari proklamasi kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus.

Kan setelah sebulan sesudahnya bulan suci Ramadhan tiba. Apakah kita sambut tamu tamu agung ini layaknya menyambut datangnya hari proklamasi ? Seringkali tidak kan..!

Kita menyambut Ramadhan dengan sekadarnya saja, bahkan jarang sekali ada rapat RT ataupun RW yang membahas tentang upaya menyambut bulan suci tersebut. Dan jarang pula lingkungan sekitar kita merencanakan agenda bersama untuk mengisi Ramadhan. Dan kalaupun ada itu adalah kegiatan yang dimonopoli pengurus Masjid… ya khan…???

Ada apa dengan kita…??? Sudah tidak pentingkah lagikah buat kita Ramadhan..???

Padahal ada banyak sekali alasan mengapa Ramadhan jauh lebiah layak untuk disambut kedatangannya ketimbang hari Proklamasi. Soalnya ada banyak keutamaan Ramadhan bagi pribadi atau masyarakat muslim.

Author: Nafi'

i'm electrical engineering from ITS and i wanna be pro-blogger

11 thoughts on “Perbedaan Penyambutan HUT RI dengan Ramadhan..

  1. tapi di satu sisi, bisa saja dipandang Ramadhan bukan saat hura hura, tp lebih ke perenungan pribadi ^_^

    ya gk gitu… maksudnya memeriahkan tuch dengan adanya rapat tentang pengajian bersama, buka bersama.. atau kegiatan positif lainnya…

  2. Kalau 17an makanannya banyak, sedangkan ramadhan makanannya sedikit.

    ya bener sech Pak…

  3. kadang kita juga perlu liat kesimpulan & pertanyaan di atas dari berbagai sisi. sifatnya, cenderung fluktuatif & relatif. Ramadhan di kampung kami lebih meriah dari proklamasi. dalam arti bukan meriah secara harfiah kayak hebohnya 17an. tapi lebih ke frekuensi ibadah yg berlipat dari berbagai bidang kehidupan. mulai dari nyumbang makanan kecil buat buka di mesjid, rame2 ke panti asuhan, safari taraweh, tadarus sampe subuh, merefleksikan makna Ramadhan pada kehidupan sehari-hari selama mungkin dan seterusnya.
    sementara 17an rame sama bendera, warna warni, seminggu sebelum & sesudahnya. dan cuma 1 hari pagi & sore pd tgl 17 sibuk sama tamu negara. bandingkan sendiri dg meriahnya Ramadhan 1 bulan penuh. dari pagi ketemu pagi lagi 24 jam x 30 hari.
    alhamdulillah, di kampung kami, Ramadhan selalu disambut dg segenap kemampuan maksimum, sehingga semua aspek teroptimasikan, walaupun, asumsikanlah, kami masih belajar jd muslim yg baik.
    mari kita sama2 perbaiki akhlak mulai dari lingkungan terkecil dulu sebelum menjatuhkan vonis pada ruang lingkup yg lebih besar. tetap semangat IBSN.. ^_^

    ya saya sangat setuju dengan pendapatnya Mr. Cantigi… soalnya kebanyakan orang salah arti dalam memaknainya… aduh2…

  4. hmmm benar juga sih.. di kampungku kurang meriah juga nih😦 btw, setuju dengan komentarnya pak Edi.. heuheuheu… makanan pas Ramadhan itu sedikit😀 wkwkwk

    ah… kok malah ikut ikutan Pak Edi sech…!!!

  5. hi..
    lam keNal..

    salam kenal juga… oh ya klo comment cantumin alamat URL km donk biar bisa di link balik… OK…

  6. itulah indonesia.. (lho saia juga indonesia, hihihihi…), mungkin karena makanan kali yak? (sependapat dengan pak edy)

    he..he..he.. kok ikut2an pak Edi semua sech..????

  7. ayo semangat ramadhan…..
    di ajarin ngeblog ama pak gempur ya…..

    saya di bina ma Pak Edi PSW….

  8. setuju dengan komentar nomor 1 .. takut salah2 jadi ria dengan ibadah kita ..

    ya gk gitu…

  9. Menyambut hari merdeka kan urusan kita ke negara dan untuk menhormati para pahlawan dan sesama manusia, jd wajar lah lebih meriah. Sedangkan menyambut bulan Ramadhan itu urusan kita dgn Allah jd sebaiknya tidak dilebih2kan.
    Tapi di Palembang meriah koq, tiap mau bulan Ramadhan selalu ada festival besar.

    Maksudnya dimeriahkan itu dengan menggelar rapat besar atau seadanya saja untuk mengisi acara ramadhan… gitu… bukannya dilebih-lebihkan…. kan klo Ramadhan diisi dengan acara positif kaya gitu kan lebih meriah n itung2 nambah pahala…

  10. blum post lagi Nap?

    barusan aja aku ngeposting Mbak… makasih lho atas carton hari rayanya… udah tak pke lho…

  11. itulah bedanya mas..acara manusia dan cara yang di atur oleh allah..segalanya dengan spontan tapi lancar…

    bner banget Mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s