It's me and my blog

Blogging, Education, Advertisement, Inspiration, and Many more

Menunda, terkadang indah

4 Comments

Artikel kali ini akan membahas masalah hal yang sepertinya sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, menunda. Memang menunda merupakan kebiasaan buruk yang tak disukai, apalagi kalau kita meminta tolong atau menyuruh seseorang dan orang tersebut menunda permintaan tolong atau perintah kita, tanpa membedakan hal tersebut penting atau tidak. Namun kali ini saya akan menjelaskan sisi baik dari menunda yang terkadang tak disadari oleh sebagian orang.

Emang apa baiknya menunda?

Menunda memang sangat menjengkelkan, tapi untuk menunda yang satu ini agak berbeda. Yap, salah satu diantaranya adalah menunda nafsu kita, kenapa? Sebagai contoh akan saya berikan penjelasan mengenai nafsu yang sudah umum aja, nafsunya ‘ibu-ibu’, nafsu membeli sesuatu/belanja.

Bisa bayangin coba kalau sifat tersebut buruk banget, keinginan besar untuk memiliki sesuatu dan langsung ingin membelinya, iya kalau punya uang, kalau enggak punya? Sifat seperti itu kebanyakan dimiliki oleh beberapa tipe orang, diantaranya [1] Ibu-ibu ‘berduit’ yang bingung mau dibuat apa uangnya, [2] Anak orang berduit a.k.a manja, yang sukanya bilang ‘Papa, mama, aku mau ini … itu … beli’in ya?’, [3] Orang yang ‘sok’ jadi orang kaya.

Dampak untuk orang yang tipe [1] dan [2] mah gak seberapa berbahaya, paling ujung-ujungnya ‘kere’ a.k.a miskin atau stress. Tapi kalau dampak berkepanjangan untuk tipe ke-[3]lah yang paling berbahaya, kenapa? Karena kalau orang yang mengaku kaya atau sok kaya kalau sedang menginginkan sesuatu dan tidak terpenuhi, sisi negatif orang itu akan mendorongnya untuk berbuat sesuatu untuk mendapatkan hal yang diinginkan bagaimanapun caranya. Nafsu tersebut bisa mendorongnya ke arah kriminalitas (mencuri, merampok, bahkan membunuh) dan kesesatan (minta bantuan ke orang ‘pinter’ biar bisa minjemin si ‘setan gundul’, hehehehehehe), dan lain lain. Parah!

Dari hal itulah, sifat menunda sangatlah dibutuhkan. Menunda untuk membeli ini dan itu dengan alasan ada hal yang lebih penting daripada keinginan sesaat, menunda untuk berbuat keburukan dan diharapkan untuk membatalkan niat buruk tersebut, dan lain sebagainya. Kalau kita bisa melakukan ‘penundaan’ untuk hal yang seperti ini dan membiasakannya, kelak kita akan menjadi orang yang bijaksana. Memang semuanya membutuhkan banyak sekali pengorbanan.

Semoga bermanfaat.

Author: Nafi'

i'm electrical engineering from ITS and i wanna be pro-blogger

4 thoughts on “Menunda, terkadang indah

  1. alhamdulilah mas🙂

  2. Assalamu’alaikum…
    Ao dek napi.. apakabarnya ini ?

    Ini, kakak mo kasih napi Ramadhan Award, silahkan diambil awardnya ya disini: http://boisterousgirl.wordpress.com/2011/08/11/ramadhan-award-2011/

    Tha tha…

  3. sekilas nginceng judule, seperti bisa dikatakan begini ‘Menunda, seperti orang Malas’ hoho😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s